Home / Lebak

Sabtu, 6 Februari 2021 - 09:07 WIB

Bantuan BLT KKP Di Cikareo Diduga Ada Kejanggalan Saat Pencairan

Suara45.com-Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk warga Desa Cikareo, Kecamatan Cileles,Kabupaten Lebak,di duga ada kejanggalan.

Pasalnya, Sejumlah warga menerima Bantuan Langsung Tunai dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2020,dalam satu tahun ada yang dua kali menerima dan bahkan ada yang tidak sama sekali.

Seperti dikatakan salah satu KPM JM mengaku hanya menerima dua kali Bantuan Langsung Tunai dari KKP itu pada tahun 2020,dengan nilai 600 ribu per pencairan.

JM juga menuturkan pada saat pencairan pertama dirinya di telepon oleh kepala desa untuk segera datang ke rumahnya, setiba dirumahnya JM di berikan uang senilai 600 ribu rupiah.dan yang kedua ia mencairkan di kantor pos bersama kepala desa dengan nilai yang sama.

Dengan anehnya pada saat di perjalanan kata JM kades mengucap jangan bilang-bilang kepada siapa-siapa.hal itu sontak menjadi tanda tanya dalam benak JM.

“Saya hanya menerima dua kali cair pada tahun 2020,pertama di rumah kepala desa, kedua di kantor pos hingga saat ini tidak menerima lagi”kata JM kepada wartawan di kediamannya, Jumat (5/2/2021).

Terpisah Saripin saat di wawancarai mengaku tidak pernah mendapatkan BLT KKP, padahal jika dilihat dari data penerima Saripin tercantum namanya.

“Dari awal saya tidak pernah menerima sampai sekarang dengan alasan dari desa katanya di alihkan lantaran ganda bantuan .tapi saya tidak tahu itu dialihkan ke siapa dan saya tidak pernah menandatangani surat pengalihan tersebut “ujar Saripin.

Baca Juga..!!  DPD Perank Lebak Bagi Takjil Dan Santuni Anak Yatim

Lebih ironisnya menurut salah satu peneriama setemapat pencairan tersebut awalnya hanya satu tahap senilai 1.800.000 dan itupun sudah lama.namun kata warga setelah di pertanyakan baik ke kades dan kantor pos melalui telpon, bantuan itu akhirnya cair kembali pada hari jumat tanggal (5/2/2021).

“Sudah lama tidak ada, eh.. Pas saya tanyakan langsung di cairkan lagi”ungkap warga.

Semntara itu Kepala Desa Cikareo Asja saat di konfirmasi mengaku aneh kepada masyarakat karena ucapan masyarakat dianggap mengarang-ngarang, padahal kata Asja pencairan itu kewenangan dari PT.POS dan pihak desa hanya memfasilitasi tempat saja.

“Kadang-kadang saya ga ngerti dan bingung siapa itu masyarakat yang ngomong, ya.. Namanya juga masyarakat ada yang suka ada yang enggak”kata Asja.

Asja menyebut di penerima bantuan di desa cikareo ada sebanyak 14 orang, itupun kata Asja dirinya hanya mngetahui data tersebut dari masyarakat bukan langsung dari petugas perikanan.

Ketika disinggung terkait ucapan jangan bilang siapa-siapa ia tidak mengerti karena itu urusan penerima.

“Maksudnya jangan bilang-bilang bagaimana, itukan urusan masyarakat, mereka yang mencairkan dan mereka yang menerima”ujarnya.

Baca Juga..!!  SMK MHI Banyak Prestasi Hingga Tingkat Nasional

Juru bayar PT.Pos Gunung Kencana Imat menerangkan untuk pembayaran pencairan tahap 1 sampai 3 sebesar 1.800.000
Per KPM 600 ribu dan tahap 4 sampai 9 itu per KPM 300 ribu rupiah.

Untuk pencairan yang terakhir pihak pos sebelumnya menunggu informasi dari desa karena untuk diadakan pengalihan ,lantaran pihaknya tidak mau adanya salah sasaran.

Ia juga menjelaskan untuk pengalihan di haruskan adanya surat keterangan yang di bubuhi materai dari pihak satu ke puncak hak kedua dengan di ketahui kela desa.

“untu pencairan sebetulnya hanya proses waktu saja”kata Imat.

Menanggapi hal itu Anggota Gabungan Anak Indonesia Bersatu (Gaib) 212 Hendra Bobi Abimanyu menilai adaya dugaan menjurus pada permainan dan kesengajaan, dan menjadi tandatanya yang cukup besar, seperti KPM hanya menerima 2 tahap dalam satu tahun, dan ada yang tidak sama sekali dengan dalih pengalihan serta terkesan adanya keterlambatan pencairan.

“Saya minta kira ini perlu di evaluasi dalam penyaluran pencairan bantuan tersebut, dan kepada Aparat Penegak Hukum saya minta segera melakukan penyelidikan”terang Bobi.

Lanjut Bobi dalam waktu dekat pihaknya akan segera melayangkan laporan pengaduan kepada Aparat Penegak Hukum agar segra dilakukan penyelidikan hingga sampai penyidikan karena ini untuk kesejahteraan masyarakat apalagi dimasa pandemi. (1K)

Bagikan :

Baca Juga

Lebak

Camat Cikulur Terbitkan Buku Ke-7 Berjudul Antara Bughat Dan G 30 S/PKI
Pemdes Padasuka Deklarasikan Cinta Papua

Lebak

Pemdes Padasuka Deklarasikan Cinta Papua
.

Lebak

Warga Lebak Pasang Spanduk Penolakan Terhadap Debt Collektor
Darurat Anak Dan Perempuan, PMII Lebak Gelar Aksi Unjuk Rasa

Lebak

Darurat Anak Dan Perempuan, PMII Lebak Gelar Aksi Unjuk Rasa

Lebak

Polres Lebak Dan Tim Jibom Polda Banten Sterilisasikan Gereja
Jembatan Di Nganceng Putus Di Hantam Banjir

Lebak

Jembatan Di Nganceng Putus Di Hantam Banjir
PWI Bagikan Telur Ayam Kepada Warga Kurang Mampu

Lebak

PWI Bagikan Telur Ayam Kepada Warga Kurang Mampu
Buruh Keluhkan Upah Di Lebak asih Dibawah UMK

Lebak

Buruh Keluhkan Upah Di Lebak Masih Dibawah UMK