Home / Jakarta

Rabu, 23 Desember 2020 - 14:32 WIB

Bareskrim Polri Minta Jajarannya Tak Segan Hukum Mati Pengedar Narkoba

Suara45| Jakarta – Bareskrim Polri meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak segan melakukan tindakan tegas dan terukur atau menghukum mati kepada seluruh pengedar narkoba di Indonesia.

Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat menjelaskan, peredaran narkotika merupakan kategori kejahatan yang luar biasa. Sebab itu, kata Wahyu, diperlukan penanganan yang luar biasa dalam penegakan hukumnya.

“Kepada seluruh jajaran hukum, saya mengajak untuk gencar menindak dan memberi hukuman paling berat kepada para pelaku kejahatan narkotika. Bahkan tidak perlu ragu memberikan hukum mati kepada pelaku yang penuhi syarat hukuman mati,” kata Wahyu saat jumpa pers pemusnahan barang bukti narkotika di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).

Selain itu, Wahyu juga berharap, seluruh terpidana mati dari perkara narkotika bisa segera dieksekusi. Menurutnya, hal itu bisa menjadi efek jera bagi pihak yang mencoba mengedarkan barang haram di Indonesia.

Baca Juga..!!  Hadiri Dies Natalis HMI Ke-74, Kapolri: Kita Butuh Bersatu Melawan Covid-19

“Dan ekseskusi mati harus cepat pelaksanaannya supaya memberikan efek jera bagi siappun yang berniat menjadi pelaku kejahatan narkotika,” ujar Wahyu.

Pada kesempatan itu, Wahyu juga tak lupa berpesan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk tidak tergoda atau sekali-sekali ikut “bermain” dalam peredaran narkoba.

Sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Wahyu, aparat penegak hukum yang terlibat kasus narkoba akan berikan sanksi tegas dan maksimal dalam proses penegakan hukum.

“Saya berpesan khusus kepada jajaran aparat penegak hukum supaya tidak sekali-kali terlibat dalam kejahatan narkoba dengan menjadi pemakai, informan, kurir dan backing penjahat narkoba apalagi menjadi pengedar atau bandar. Perintah Presiden Jokowi sudah jelas bahwa kepada jajaran aparat hukum yang terlibat kejahatan narkoba akan diberi tegas dan diberi hukuman maksimal,” papar Wahyu.

Baca Juga..!!  Pelaku Pelecehan Lagu Indonesia Raya Masih Kelas Tiga SMP

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Kejagung RI Darmawel Aswar menyebut, di saat Pandemi Covid-19 modus peredaran narkoba marak terjadi dengan cara pemesanan online.

“Karena pandemi Covid-19 maka modus sekarang yang beredar sekarang adalah sistem dengan online artinya dikirim barang itu kemudian di beli dan modusnya seolah-olah beli sama-sama untuk persediaan di tempat. Padahal sesungguhnya mereka berusaha untuk menumpuk,” ujarnya.

Senada, Darmawel juga memastikan komitmen Kejaksaan Agung untuk menindak tegas kepada seluruh pengedar narkotika di Indonesia. Hukuman tegas akan diberikan kepada mereka yang merusak generasi bangsa.

“Kami dari kejaksaan berkomitmen khususnya narkoba setiap perkara yang masuk ke kami hampir rata-rara kami lakukan penuntutannya kalau tidak seumur hidup kalau tidak mati,” ucapnya.(Mul)

Bagikan :

Baca Juga

Jakarta

Pantau Prokes, Panglima TNI dan Kapolri Bagikan Masker di Pasar Tanah Abang

Jakarta

Ini Nama-Nama Enam Tokoh Nasional Yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Oleh Presiden
Kapolsek Cengkareng Ucapkan terimakasih kepada BKO TNI-AD Yon Arhanud 14 Cirebon Jawa Barat

Berita

Kapolsek Cengkareng Ucapkan terimakasih kepada BKO TNI-AD Yon Arhanud 14 Cirebon Jawa Barat
Kongres I SMSI, Firdaus Terpilih Sebagai Ketua Umum

Jakarta

Kongres I SMSI, Firdaus Terpilih Sebagai Ketua Umum
Pendam Jaya menggelar acara syukuran HUT Ke-69 Penerangan Angkatan Darat, di Media Centre Kodam Jaya/Jayakarta

Jakarta

Pendam Jaya menggelar acara syukuran HUT Ke-69 Penerangan Angkatan Darat, di Media Centre Kodam Jaya/Jayakarta
Photo : Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi

Jakarta

Dugaan Rasisme, Bareskrim Periksa Abu Janda

Jakarta

Mulai Besok, Direktorat Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya Sosialisasi Ganjil Genap
Polres Jakbar Musnahkan Barang Bukti 138 Kg Sabu dan 10.382 Butir Ekstasi

Jakarta

Polres Jakbar Musnahkan Barang Bukti 138 Kg Sabu dan 10.382 Butir Ekstasi