in

BUMD Agrobisnis Solusi Defisit Ketahan Pangan di Banten

Kepala Badan Ketahan Pangan Prov Banten Dr. Aan Muawanah
Kepala Badan Ketahan Pangan Prov Banten Dr. Aan Muawanah

Suara45 | Serang – Meningkatnya pembangunan di Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten secara otomatis berdampak pada beralihnya fungsi lahan, terutama fungsi lahan pertanian, produksi beras juga diperkirakan akan mengalami penurunan, ini merupakan masalah yang sangat krusial, meskipun sudah ada Perda yang mengaturnya, dengan adanya pergeseran luas lahan pertanian yang beralih fungsi sehingga baku sawah berkurang, bisa menyebabkan kerawanan pangan.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Ketahan Pangan Prov Banten Dr. Aan Muawanah Kepada wartawan suara45, di ruang kerjanya Kamis (30/01/20).

“Beralih fungsi lahan Pertanian di Kabupaten Kota di Banten, memang masalah yang sangat krusial meski pun sudah ada perda yang mengaturnya, dengan adanya pergeseran alih luas lahan pertanian yang beralih fungsi, sehingga menyebabkan luas baku sawah berkurang, secara otomatis produksi beras akan mengalami penurunan, bahkan mungkin jumlahnya akan defisit untuk menutupi kebutuhan masyarakat di Banten”. ujar Aan

Menurutnya, jika pergeseran terus terjadi untuk mengurangi lahan pertanian, bisa menjadi ancaman ketahan pangan di Banten, untuk saat ini lumbung beras yang kita andalkan ada di kabupaten serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, 3 Kabupaten inilah yang menjadi lumbung pangan kita, dan ini harus benar-benar dijaga”.

Aan menerangkan, dengan kondisi saat ini, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi, jadi dari ketahan pangan harus memperbesar cadangan pangan, cadangan pangan salah satu alternatif untuk mengatasi kerawanan pangan, cadangan pangan yang harus ada di Provinsi Banten sesuai dengan Pemertan No 11 tahun 2018 menyebutkan bahwa cadangan pangan di Provinsi Banten harus 1.300 ton, dengan ketersediaan jumlah itu akan mencukupi kebutuhan Pangan di Banten, dan itu cukup untuk kebutuhan persediaan apabila ada bencana, kerawanan pangan, petani puso dan nelayan tidak melaut.

Baca Juga..!!  Kapolri : Jika Terbukti Proses Rekruitmen Anggota Polri Bayar,Panitia akan Saya Copot

Aan mengaku Pemprov Banten telah menyiapkan BUMD Agrobisnis, dengan hadirnya BUMD ini tentu saja mempunyai peranan penting dalam mengatasi persoalan-persoalan pertanian di Banten, dari menyetabilkan harga pangan dan memenuhi stok pangan di banten juga menjadi mitra para petani.

Aan mengakui lahan-lahan yang beralih fungsi merupakan lahan-lahan milik pribadi atau masyarakat bukan milik pemerintah, jadi kita tidak bisa menekan masyarakat untuk tidak menjual lahannya, sementara warga mempunyai kebutuhan rumah tangganya sendiri dan untuk memenuhi kebutuhannya, warga akan menjual murah lahannya tanpa mempertimbangkan untuk apa pembangunan lahan mereka, dan sampai saat ini belum ada solusi untuk masalah ini.

Saya berharap” Ekspansi pergeseran jangan besar-besaran, bagaimana caranya ini harus dikendalikan, walapun luas lahan semakin berkurang namun kita berusaha pasokan cadangan pangan terpenuhi yaitu dengan cara memanfaatkan dan meningkatkan kecanggihan teknologi yang ada, initinya penguatan pada teknologi, tegasnya

Sementara itu menurut Wakil Ketua DPRD Banten Budi Brayogo saat di hubungi via seluler mengatakan “ perlu adanya kajian mendalam terkait tata ruang dan kebijakan argo, untuk melindungi lahan pertanian, semakin tinggi harga beli yang ditawarkan Pemerintah semakin banyak pula petani yang akan mengelola lahan pertaniannya, upaya ini harus dilakukan agar petani tidak tergiur menjual lahannya, selain itu perda perlindungan lahan pertanian tahun 2010 harus disosialisasikan kembali”. Tukasnya (Nina)

Komentar
Nina Noviana

Written by Nina Noviana

LANTIK BPD, CAMAT TALANG UBI HARDIN : “SEMOGA DAPAT MENJALANKAN AMANAH”

LANTIK BPD, CAMAT TALANG UBI HARDIN : “SEMOGA DAPAT MENJALANKAN AMANAH”

Dua Konsumen Tertimpa Bangunan Kanopi Indomaret Warunggunung

Dua Konsumen Tertimpa Bangunan Kanopi Indomaret Warunggunung