Home / Halmahera Timur

Senin, 21 Desember 2020 - 12:02 WIB

Di Duga Tidak Sesuai Prosedur dan Mekanisme Organisasi, IPMB Haltim Menolak Pelantikan Versi Risman Ciliu

Suara45 | Haltim – Kondisi Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia Halmahera Timur (SeOPMI Haltim) Periode 2020-2021. Kembali memanas dan menuai kontroversi antara Pro Kontra (saling baku klaim) legalitas kepengurusan mandataris musyawarah ke XIII, dengan beredarnya isu Risman Ciliu dan barisannya akan mengelar pelantikan dirinya menjadi Ketua SeOPMI Haltim, meski tak lagi mengikuti prosedural organisasi (Senin, 21/12/20).

Informasi yang beredar pelaksanaan pelantikan versi Risman Ciliu itu akan digelar pada Rabu, 23 Desember 2020 mendatang. Terkafer isu tersebut pada lintas Mahasiswa Haltim kian mendapat komentar tajam pada sejumlah OKK salah satu organisasi tingkat Desa (OKK) yang secara hierarkis dibawa naungan SeOPMI Haltim yakni, Ikatan Pelajar Mahasiswa Bicoli (IPMB) Haltim.

Baca Juga..!!  Laporan Dugaan Pelanggaran Tidak Di Terima, Tim Monas Dan Tim Tiva Tinggalkan Ruangan Pleno Rekapitulasi Suara

Asrul Sekertaris IPMB Haltim lagi-lagi memperhatikan sikap Risman Ciliu yang tak bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan tersebut, menurutnya “berdasarkan mekanisme dan aturan main organisasi, Ketua Umum yang sah mandataris Musyawarah ke XIII adalah Saudara Aidin Asdar bukan Risman Ciliu, oleh karena itu dengan tegas kami menolak pelantikan yang akan diselenggarakan oleh Saudara Risman Ciliu”. Ungkap Asrul dengan nada tegas

Kata Asrul saat dikonfirmasi melalui Via Telpon, sesuai kondisi obyektif yang terjadi saat Musyawarah pada tahapan Pleno 2 berlangsung, terjadinya perdebatan antara pimpinan sidang dan forum sehingga sidang diskorsing. Namun saudara Risman Ciliu bersama teman-temannya dengan sikap agresif mereka melanjutkan sidang dan menetapkan sebagai formature secara diam-diam di sekretariat HPMM Kelurahan Ngade,” ucapnya.

Baca Juga..!!  Saifuddin Malik : Pernyataan Mursid Amalan Dianggap Dapat Merusak Pemahaman Publik

Organisasi yang merupakan kedaerahan ini. Tak terlepas dari peran dan tanggung jawabnya dalam mengontrol dan mengawasi kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah.

“Mahasiswa Haltim saat ini mestinya berfikir bagaimana langkah-langkah strategis dalam menyikapi problem kedaerahan yang kian mencuat baik itu masalah tambang, kebijakan dan lain-lain. Bukan malah membuat kegaduhan, hingga organisasi manjadi sektarian di internal SeOPMI Haltim,” tandasnya.(Ris)

Bagikan :

Baca Juga

Halmahera Timur

Terkait Postingan Gambar Mengarah Simbol Agama, Muhammad Tomagola Anggota DPRD Haltim Meminta Maaf

Halmahera Timur

Ada Apa Anggota KPU HALTIM Ahmad Fauto Di Tindaklanjuti Ke Penyidik Polres

Halmahera Timur

Patroli Cipta Kondisi, Polsek Wasile Selatan Amankan 95 Kantong Plastik Minuman Keras Cap Tikus

Halmahera Timur

Babinkamtibmas Desa Sil Polsek Maba Selatan Amankan 83 Kantong Plastik Miras Cap Tikus Di Dalam Perahu

Halmahera Timur

Astaga Desa Bicoli Kecamatan Maba Selatan Di Warnai Pendukung Tiva Kemakmuran

Halmahera Timur

KAPOLRES HALTIM PIMPIN APEL GELAR PASUKAN OPERASI LILIN TAHUN 2020

Halmahera Timur

Kampanye Terakhir Di Kecamatan Maba Paslon 01, Ribuan Pendukung Akronim “Tiva Kemakmuran” Padati Arena Kampanye.

Halmahera Timur

Kapolres Haltim Pengecekan Langsung Pos Pengamanan dan Pelayanan Tahun Baru 2021