Home / Tanggamus

Senin, 1 Februari 2021 - 23:25 WIB

Dugaan Pungli Di SMAN 1 Kelumbayan, Ketua Komisi IV DPRD Kab Tanggamus Angkat Bicara

Suara45 | Tanggamus – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanggamus angkat bicara soal adanya dugaan Pungutan liar (Pungli) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN1) Kelumbayan oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek). Menurutnya, pihaknya akan segera Berkoordinasi dengan Dinas Terkait untuk kemunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Lampung yang memang ranahnya SMA ada pada tingkat Provinsi.

Apalagi untuk sekolah negeri dari pemerintah memang sudah ada dananya sendiri,” ujar Zulki Qurniawan SE dari Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) itu saat di konfirmasi , Senin (01/02/21).

Zulki “menambahkan pihaknya juga belum mengetahui secara mendetail persoalan aturan pungutan itu Maka kita harus tahu dulu persoalan dari sekolah tersebut,Tapi tentu kami Komisi IV yang membidangi Pendidikan walau pun jenjang nya bukan SMA tapi yang merasakan di rugikan adalah masyarakat kabupaten Tanggamus dan siswa siswa dan anak anak kita,kami akan merekomendasikan kepada dinas terkait untuk bangun komunikasi dulu ke pihak SMA dan Provinsi apa dasar nya untuk apa mereka mengambil dana sebesar Rp 1100,000 itu,Tutupnya

Sebelumnya, di beritakan masa Pandemi SMAN1 Kelumbayan gelar Pungli? Covid-19 melanda yang seluruh sekolahnya menggunakan metode belajar dalam jaringan (Daring). Malah muncul Dugaan adanya Pungutan Liar alias Pungli oleh pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 1) Kelumbayan . Dugaan tersebut terlihat jelas dari surat permintaan anggaran yang lengkap, dengan kop dan tanda tangan.

Baca Juga..!!  Atika, Penderita Hidrosefalus Asal Pulau Panggung Tanggamus Meninggal Dunia

Dugaan Pungutan yang dilakukan SMA Negeri I Kelumbayan Tanggamus sebesar Rp 1.100,000 per siswa menuai keluhan orang tua murid. Meskipun tidak rela dengan adanya pungutan itu namun dengan terpaksa membayar karena merasa takut jika tidak mereka khawatir siswa akan menerima tekanan dari pihak sekolah sehingga menjatuhkan mental murid.

“Sebenarnya kami tidak senang dengan pungutan ini namun kami takut nantinya anak kami ditekan di sekolah, akhirnya mental anak kami menurun dan merasa malu, mau tidak mau harus kami bayar,”ungkap orang tua siswa yang enggan namnya diberitakan, Selasa (28/1).

Selain tidak tahu kapan diadakannya rapat soal pungutan itu, namun Ia terpaksa harus menyerahkan uang tersebut ke sekolah karena diduga jika tidak membayar, Siswa tidak diperbolehkan ikut semester.

“Dan apabila tidak kami bayar anak kami katanya tidak bisa ujian semester. Bahkan kami tidak tau kapan ini dirapatkan,”keluhnya.

Sementara, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) MP3, Arpan menyesalkan adanya uang kutipan yang diduga kuat Pungutan Liar (Pungli).Ia berpendapat hal itu terindikasi melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan gratis wajib hukumnya atau Wajib belajar 9 tahun diatur Permendikbud Nomor 47 Tahun 2008. dan Perpres No 87 Tahun 2016 Tentang Saber Pungli (pungli).

Baca Juga..!!  Mati mesin di Tanjakan Karau Cukuh Balak, Mobil Pengangkut Durian Terjun Ke Sungai

“Tentu ini sangat kita sayangkan ya, seharusnya tidak ada lagi kutipan-kutipan seperti itu apalagi sekarang masih dalam Pandemi Covid-19 .

Arpan mengaku, pihaknya telah melaporkan dugaan pungli ke Kejari Tanggamus dengan nomor surat 169/mp3/Tgms /lp/X11/2020 yang diduga ada pungutan liar (pungli) sebesar RP1.100.000 /siswa dan. Pembayaran SPP. RP100,000/bulanserta ada pemotongan. Dana PIP. Sebesar RP200.000/siswa,
Sudah kita laporkan ke Kejari Tanggamus terkait adanya dugaan pungli itu,”ucapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN I Kelumbayan, Suprapto saat dikonfirmasi mengakui adanya uang pungutan itu, namun Ia membantah jika hal itu dilakukan sepihak. Menurutnya pungutan yang dilakukan melalui kesepakatan rapat komite terlebih dahulu

“Rp1100,000 itu adalah hasil rapat mereka(komite) yang di ketuai pak ikbal, pak Toni kalau kegunaan nya itu bermacam macam diantaranya , untuk Sapras itu antara lain untuk melanjutkan pembangunan pemagaran,”urai Suprapto.

Selain untuk pemagaran, uang itu digunakan untuk membayar guru honor sekaligus operasional.

Untuk bayar guru honor , sementara tenaga honor di SMAN1 Kelumbayan 28 Orang yang negeri 8 orang jadi(Idham)

Bagikan :

Baca Juga

Baru beberapa Bulan Menjabat, Oknum Pj Di Kecamatan Bandar Negri Semong Digulung Polisi

Kriminal

Baru beberapa Bulan Menjabat, Oknum Pj Di Kecamatan Bandar Negri Semong Digulung Polisi

Tanggamus

Berkas Lengkap, Polsek Semaka Limpahkan Tersangka Penodongan ke Kejaksaan

Tanggamus

Inspektorat Tanggamus Audit Pekon Tengor Kecamatan Cukuh Balak

Tanggamus

PETUGAS LASTAGUNG IKUTI APEL IKRAR JANJI KINERJA P4GN DI LAPAS KOTAAGUNG
LKS Almanda Kunjungi Sundusiyah Penyandang Disabilitas di Kota Agung 

Lampung

LKS Almanda Kunjungi Sundusiyah Penyandang Disabilitas di Kota Agung 

Tanggamus

TP PKK Dan DWP Tangggamus, Ikuti Halal Bi Halal Bersama TP PKK dan DWP Provinsi

Tanggamus

Selama Ops Lilin 2019, Polres  Tanggamus Amankan 34 Kebaktian dan 44 Tempat Wisata
Helmi anggota DPRD F.PKB Tanggamus Dapil 2 Gelar Reses, Ke 2, 2020

Lampung

Helmi anggota DPRD F.PKB Tanggamus Dapil 2 Gelar Reses, Ke 2, 2020