Home / Jakarta

Senin, 1 Februari 2021 - 09:04 WIB

Dugaan Rasisme, Bareskrim Periksa Abu Janda

Photo : Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi

Photo : Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi

Suara45 | Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri hari ini memanggil Permadi Arya alias Abu Janda untuk diperiksa sebagai saksi. Abu Janda diperiksa terkait cuitanya di media sosial diduga bernada rasisme.

“Iya. Hari ini rencana akan dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi, Senin (1/2/2021).

Slamet mengungkapkan Bareskrim menerima dua laporan berbeda dengan terlapor Abu Janda. Laporan lain yakni terkait dugaan nada rasisme terhadap eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

“Untuk pelaporan dalam hal ini mengenai cuitan dugaan rasisme kepada Saudara NP (Natalius Pigai), yang bersangkutan juga akan kami panggil dalam panggilan yang berbeda,” ujarnya.

Abu Janda dilaporkan soal cuitan ‘Islam arogan’ yang ia sampaikan di akun Twitter @permadiaktivis1. Laporan tersebut bernomor: LP/B/0056/I/2021 tertanggal 29 Januari 2021. Abu Janda dilaporkan atas tindak pidana kebencian atau permusuhan individu dan atau antar golongan (sara) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2006 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 28 ayat (2) penistaan agama UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 156A.

Baca Juga..!!  Pelaku Pelecehan Lagu Indonesia Raya Masih Kelas Tiga SMP

Soal penegakan hukum di kasus ujaran kebencian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat menerangkan pihaknya akan menegakkan hukum secara transparan dan berkeadilan. Dia ingin menghapus anggapan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jenderal Sigit juga menuturkan penegakan hukum harus dilakukan secara humanis.

Baca Juga..!!  Amankan Aksi 22 Mei, Tokoh Adat Lampung Berikan Apresiasi kepada Kombes Hengki

Hal itu disampaikan Jenderal Sigit saat menjalani fit and proper test di DPR RI. Awalnya Jenderal Sigit (saat itu masih berpangkat komjen) mengatakan selama ini Polri menerima sejumlah masukan, kritik, dan harapan tentang mewujudkan rasa keadilan. Dia menegaskan akan melakukan perbaikan, salah satunya terkait penegakan hukum yang tidak tebang pilih.

“Sebagai contoh ke depan tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tidak boleh lagi ada kasus Nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum,” kata Jenderal Sigit di DPR yang disiarkan langsung, Rabu (20/1).(Mug/hms)

Bagikan :

Baca Juga

Jakarta

Pesan Kapolri Buat 8 Kapolda Yang Baru Dilantik: Netralitas Hingga Tegakan Prokes
Polres Jakarta Barat Gelar Buka Puasa Bersama Masyarakat Pra sejahtera

Jakarta

Polres Jakarta Barat Gelar Buka Puasa Bersama Masyarakat Pra sejahtera
Ungkap Jaringan Narkoba, Polsek Kalideres Amankan Ribuan Pil Ekstasi

Jakarta

Ungkap Jaringan Narkoba, Polsek Kalideres Amankan Ribuan Pil Ekstasi
Pemkab Lebak Raih Anugerah KLA 2019 Pembina Terbaik Forum Anak

Jakarta

Pemkab Lebak Raih Anugerah KLA 2019 Pembina Terbaik Forum Anak

Jakarta

Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Insan Pers akan Dihadiri Presiden – Termasuk Vaksinasi dalam Rangka HPN 2021

Jakarta

PWI Minta Kapolri Usut Tuntas Oknum Polisi Pelanggar Kemerdekaan Pers
Pelaku Pencurian HP di Kolam Renang Palem Indah Di Ciduk Polisi

Jakarta

Pelaku Pencurian HP di Kolam Renang Palem Indah Di Ciduk Polisi
BNN Bongkar Penyeludupan 500 Kg Ganja via Pelabuhan Tanjungpriok

Jakarta

BNN Bongkar Penyeludupan 500 Kg Ganja via Pelabuhan Tanjungpriok