Home / Serang

Kamis, 4 Februari 2021 - 13:57 WIB

Kepala Dindikbud.Kabupaten Serang diduga Alergi Terhadap Wartawan..

Suara45 – Maraknya pemberitaan di media online tentang masih banyak nya dugaan mal praktik penjualan Lembaran Kerja Siswa (LKS) baik secara terang terangan dan sembunyi sembunyi yang dilakukan oknum pihak sekolah dan oknum komite khusus nya di kabupaten Serang membuat sejumlah aktifis bersuara, dan berharap ingin mendapat tanggapan serius dari pihak dinas pendidikan.

Namun sayang nya, ketika awak media mendatangi kantor dindikbud guna konfirmasi dan meminta tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang yang dijabat oleh Dr.Asep Nugraha Jaya Mpd, justru sulit untuk ditemui dengan berbagai alasan yang di kemukakan oleh petugas jaga Kantor dinas, (Hari Rabu 03/02/2021)

Imam yang mengaku sebagai petugas jaga, mengatakan jika ingin bertemu kepala pimpinan harus membuat janji dulu melalui telepon, kepala dinas sedang keluar, hal itu sudah sesuai instruksi pimpinan nya, dan saat di mintai nomor kontak kepala dinas, petugas jaga pun tidak berkenan memberikan, hanya bisa diberikan oleh sekretaris kepala dinas yang ikut keluar bersama Kepala Dinas,

“bapak kalau mau ketemu pimpinan membuat janji dulu,atau telepon dulu aja, saya tidak berani mengijinkan, jadi kalau mau bertemu ,telepon aja dan kebetulan beliau tidak ada, kalaupun beliau ada, ya tetap harus buat janji dulu melalui telepon,misalkan kalau mau minta nomor telepon pimpinannya pun harus melalui sekretaris, kami tidak berani memberi kontaknya dan kalau mau tunggu aja, ucap Imam,

Baca Juga..!!  Warga Perumahan Bumi Cikande Indah Minta Pengembang Segera Serahkan Fasos Dan Fasum

Dengan upaya para awak media,nomor kontak kepala dinas pun didapatkan dari sesama wartawan, lagi lagi ketika awak media menghubungi kepala dinas tidak juga direspon oleh Asep Nugraha,
meski sudah dijelaskan tujuan dan maksud awak media ingin bertemu, tetapi tidak direspon sama sekali oleh Asep meski whatsapp nya terlihat sedang aktif, dan kembali awak media mendatangi kantor yang sebelum nya sudah menunggu diluar kantor hingga 2 jam lamanya, namun saat di tanyakan kembali pada petugas jaga, bahwa Pimpinannya sudah Ada (kembali) diruangannya, namun tetap saja awak media tidak diperbolehkan bertemu sebelum ada izin resmi dari pimpinannya, padahal sudah dijelaskan ke petugas jaga bahwa sudah di chating namun tidak direspon, dan kami tetap tidak di izinkan bertemu malah disaran untuk pulang,

Awak media menduga bahwa kepala dinas diduga Alergi terhadap wartawan sehingga tidak berkenan ditemui dengan sejumlah alasan,

Sementara Itu ketua Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST) Angga Apria angkat bicara terhadap sikap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Serang (Dindikbub) melalui saluran watshapp nya, mengatakan

Baca Juga..!!  PT Sokonindo Aoutomobile Serang Salurkan Bantuan Alat Pelindung Diri kepada Polres Serang

Pejabat seperti itu dianggap tak layak menduduki sebuah jabatan mengingat tak paham terhadap Undang-undang yang telah diberlakukan.

Dalam kondisi semacam itu bahwa setiap pejabat pemerintah daerah wajib memberikan informasi yang terbuka untuk masyarakat khususnya melalui peran para insan pers.

Jika pejabat tersebut selalu menghindar atau alergi dengan insan pers justru akan menimbulkan kecurigaan dan pertanyaan, baik bagi insan pers maupun masyarakat umum, pungkas Angga

Sementara dalam hal ini pemerintah melalui UU.No.40 tahun 1999 menggunakan peran pers ini sebaik mungkin sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada khalayak ramai.

Sikap seperti itu akan membahayakan diri sendiri pejabat yang bersangkutan.

Mengingat fungsi media hanya sebagai penyeimbang, serta dapat juga sebagai pengawas dalam lancarnya roda pemerintahan dan senantiasa mengungkap suatu masalah dengan asas kebenaran dan sesuai fakta di lapangan.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang intinya memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon untuk mendapatkan informasi, tutup Angga.(hery opung)

Bagikan :

Baca Juga

Jelang Arus Mudik, Polda Banten Gelar Latpra Ops Ketupat Kalimaya 2019

Berita

Jelang Arus Mudik, Polda Banten Gelar Latpra Ops Ketupat Kalimaya 2019

Banten

Jalan Tanjakan Parigi Lokasi Urugan Menelan Korban Tiga Pengendera Motor Tergelincir
Kades  Ketos Serang salurkan bansos kepada WRSE

Serang

Kades Ketos Serang salurkan bansos kepada WRSE

Serang

Terkait Kecelakaan Kerja Di Proyek Jalan Tol Serang – Panimbang, Disnakertrans Harus Lakukan Penyelidikan
9 Kepala Keluarga Kurang Mampu Terima Sembako dari Polda Banten

Berita

9 Kepala Keluarga Kurang Mampu Terima Sembako dari Polda Banten
Polda Banten Gelar Simulasi Penanganan Kebocoran Tabung Gas

Berita

Polda Banten Gelar Simulasi Penanganan Kebocoran Tabung Gas
Miliki Narkoba, Warga Asal Kecamatan Sukamulya Di Tangkap Resnarkoba Polres Serang

Polda Banten

Miliki Narkoba, Warga Asal Kecamatan Sukamulya Di Tangkap Resnarkoba Polres Serang

Serang

Terkait Pembuangan Limbah B3 Jenis Sludge Kertas, Kades Wanayasa: Pembuangnya Harus Dipidana