Home / Serang

Kamis, 28 Januari 2021 - 09:30 WIB

Komisi II DPRD Banten,Terima Audensi Pedagang Daging, Terkait Harga Eceran Daging yang Tinggi

Suara45| SERANG – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk daging sapi sebesar Rp130.000/Kg. Harga tersebut dinilai terlalu tinggi, ditambah lagi dalam kondisi Pandemi Covid-19 seperti ini.

Imbasnya, sejumlah pedagang daging di Provinsi Banten minus Tangerang Raya melakukan aksi mogok dagang, karena harga yang ditetapkan tidak akan mampu menarik pembeli di pasaran untuk wilayah Serang, Cilegon, Lebak dan Pandeglang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Banten Yoyon Sunjana menilai, aksi mogok jualan para pedagang daging itu merupakan bentuk protes mereka ketika keputusan pemerintah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Wabilkhusus, dimasa-masa Pandemi seperti ini, semua kalangan masyarakat merasakan dampaknya terhadap pendapatan dan juga sektor ekonomi.

Baca Juga..!!  Polda Banten Ciduk Pelaku Pembunuhan Ibu Rumah Tangga

“Seperti yang disampaikan oleh temen-temen tadi, masyarakat kita mungkin berpikir makan dengan daging itu harus ada, tapi karena harganya mahal, sehingga jadinya tidak maksimal,” ujarnya.

Politisi Demokrat ini melanjutkan, sampai hari ini harga daging di pasaran versi Dinas Industri dan Perdagangan (Indag) dan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Provinsi Banten, berada di kisaran 120.000/Kg, lebih murah dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Akan tetapi, para pedagang menolak itu karena dinilai masih kemahalan,” ucapnya. kamis (28/01/2021)

Diakui Yoyon, para pedagang daging meminta kepada pemerintah agar untuk harga daging kembali diturunkan menjadi 105.000-110.000/Kg, dari harga itu mereka masih mengantongi keuntungan,” jelasnya.

Baca Juga..!!  Polda Banten Gelar Itikaf Bersama Personel di Masjid Baitturahman

Untuk itu, menurut Yoyon, kalau melihat dari posisi hari ini, adil pedagang daging dari pada pemerintah dalam menetapkan HET. Kalau harga yang diinginkan pedagang segitu masih memiliki untung, kenapa pemerintah menetapkan harga yang lebih tinggi.

“Yang diinginkan oleh para pedagang daging, dalam kondisi seperti ini janganlah dulu naik-naikin harga eceran tertinggi karena akan sangat susah laku dipasaran,” tuturnya.

Hal ini tentu, ucap Yoyon, imbasnya tidak hanya kepada pedagang daging, tetapi juga kepada restoran, rumah makan sampai pedagang baso.

“Jadi efek domino dari mahalnya harga daging ini akan kemana-mana, tidak hanya bagi pedagang saja,” tutupnya.(Nina)

Bagikan :

Baca Juga

Menuju Perubahan, Ipoy Siap Maju Di Pilkades Panunggulan

Serang

Menuju Perubahan, Ipoy Siap Maju Di Pilkades Panunggulan

Serang

Pelaku Dugaan Tindak Pembunuhan Berhasil Diringkus Team Gabungan Polres Serang Dan Polsek Cikande
Satuan Samapta Polres Serang Dapat Bantuan 18 Unit Kendaraan Dinas Dari Mabes Polri

Polda Banten

Satuan Samapta Polres Serang Dapat Bantuan 18 Unit Kendaraan Dinas Dari Mabes Polri

Serang

Ditresnarkoba Polda Banten, Berhasil Ringkus Pemuda Asal Kota Serang
Diduga Ada Pungli di Program Pemutakhiran Data SPPT Desa Cikande

Serang

Diduga Ada Pungli di Program Pemutakhiran Data SPPT Desa Cikande
Polisi Ungkap Penemuan Mayat Di Curug Kota Serang

Serang

Polisi Ungkap Penemuan Mayat Di Curug Kota Serang
Pelihara silaturahmi, Karo SDM Polda Banten Sambangi Kediaman KH Fauzi

Serang

Pelihara silaturahmi, Karo SDM Polda Banten Sambangi Kediaman KH Fauzi
PT Duro Industri Indonesia Diduga Beroperasi Tanpa Memiliki Dokumen Lingkungan

Serang

PT Duro Industri Indonesia Diduga Beroperasi Tanpa Memiliki Dokumen Lingkungan