Home / Jakarta

Selasa, 5 Januari 2021 - 06:48 WIB

Maklumat Kapolri Tidak Akan Menjadi Ancaman Bagi Insan PERS Dan Jangan Risau Karena Dilindungi Undang-Undang

Suara45.com-Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Nomor: Mak/1/I/2021 tentang Kepatuhan Terhadap Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol Dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam (FPI) tidak ditujukan untuk produk-produk jurnalistik di media massa dan tidak akan menjadi ancaman bagi insan pers maupun media.

Dikatakan Argo, Polri sangat memahami dan menghormati UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, bahwa kebebasan pers, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

“Dalam Maklumat Kapolri tersebut di poin 2d tidak menyinggung media. Sepanjang memenuhi kode etik jurnalistik, media dan penerbitan pers tidak perlu risau karena dilindungi UU Pers. Kebebasan berpendapat tetap mendapat jaminan konstitusional”dan
Terkait kebebasan pers, Polri bahkan telah memiliki perjanjian kerja sama (MoU) dengan Dewan Pers. “Polri selama ini menjadi institusi yang aktif mendukung kebebasan pers. MoU dengan Dewan Pers menjadi komitmen Polri untuk tetap mendukung kerja teman-teman pers supaya bekerja sesuai dengan undang-undang,” terang Kadiv Humas Polri. Senin, (4/01/2021).

Baca Juga..!!  Lemkapi Berikan Penghargaan Promoter Reward Kepada Polres Metro Jakarta Barat

Kadiv Humas Porli juga menjelaskan bahwa Pasal 2d Maklumat Kapolri yang dipersoalkan adalah jika konten yang diproduksi dan disebarluaskan bertentangan dengan UUD 1945 dan ideologi negara Pancasila, seperti yang mengandung unsur berita bohong atau hoax, SARA, mengadu domba, bernada perpecahan, provokatif, hingga mengakibatkan gangguan kamtibmas.

Baca Juga..!!  4 Pelaku Pengrusakan, Pembakaran dan Penjarahan Kendaraan Operasional Brimob adalah Kelompok Kriminal

” Jika mengandung hal tersebut, tentunya tidak diperbolehkan. Maka negara harus hadir untuk melakukan penindakan dan pencegahan. Selama konten yang diproduksi dan penyebarannya tidak bertentangan dengan sendi-sendi berbangsa dan bernegara, dapat dibenarkan. Mengakses, mengunggah, menyebar kembali yang dilarang atau pun yang ada tindak pidananya, dapat dikenakan UU ITE,” ucap Kadiv Humas Polri.(Hms/1K)

Bagikan :

Baca Juga

Photo : Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs Yusri Yunus

Jakarta

Aksi Tawuran Hingga Pembacokan, Lima Remaja Di Ringkus Polisi

Jakarta

Tok… Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri
Kapolsek Cengkareng Hadiri Peringatan Isro Mi’raj Di Masjid Jami Nurul Iman

Jakarta

Kapolsek Cengkareng Hadiri Peringatan Isro Mi’raj Di Masjid Jami Nurul Iman
Sambangi Warganya, Kapolsek Cengkareng Berikan Kelapa Muda

Jakarta

Sambangi Warganya, Kapolsek Cengkareng Berikan Kelapa Muda

Jakarta

Setelah Di Swab Aa Gym Positif Corona
Peras Pedagang Online, Empat Polisi Gadungan Diciduk

Jakarta

Peras Pedagang Online, Empat Polisi Gadungan Diciduk
Pesan Grace Batubara kepada Santri Ponpes La Tahzan : Kalian Adalah Pemimpin Masa Depan, Tetaplah Semangat Belajar

Berita

Pesan Grace Batubara kepada Santri Ponpes La Tahzan : Kalian Adalah Pemimpin Masa Depan, Tetaplah Semangat Belajar
Modal Untuk Balapan, Pria Di Cilandak Jaksel Nekad Curi Kartu ATM

Jakarta

Modal Untuk Balapan, Pria Di Cilandak Jaksel Nekad Curi Kartu ATM