Home / Bekasi

Rabu, 3 Februari 2021 - 07:54 WIB

Mangkirnya Rahmat Effendi Pada Sidang Kedua Sengketa Gedung DPD Golkar Kota Bekasi, Ini Kata Praktisi Hukum Dicky Ardi

Photo : Praktisi Hukum, Dicky Ardi SH,MH

Photo : Praktisi Hukum, Dicky Ardi SH,MH

Suara45 | Bekasi – Saat di minta komentarnya Dicky Ardi SH,MH yang juga praktisi hukum mengatakan, Terkait upaya yang dilakukan oleh Drs. Andi Iswanto Salim itu sudah sesuai mekanisme hukum positif yang berlaku di Indonesia, sepatutnya dan selayaknya termohon walaupun saat ini masih menjabat sebagai “Penguasa” harus tunduk dan patuh pada hukum dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya.

Bahwa Equality before the law dalam arti sederhananya bahwa semua orang sama di depan hukum. Persamaan dihadapan hukum atau equality before the law adalah salah satu asas terpenting dalam hukum modern.

Asas ini menjadi salah satu sendi doktrin Rule of Law yang juga menyebar pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, ucap Dicky

Perundang-undangan Indonesia mengadopsi asas ini sejak masa kolonial lewat Burgelijke Wetboek (KUHPerdata) dan Wetboek van Koophandel voor Indonesie (KUHDagang) pada 30 April 1847 melalui Stb. 1847 No. 23. Tapi pada masa kolonial itu, asas ini tidak sepenuhnya diterapkan karena politik pluralisme hukum yang memberi ruang berbeda bagi hukum Islam dan hukum adat disamping hukum kolonial.

Sejatinya, asas persamaan dihadapan hukum bergerak dalam payung hukum yang berlaku umum (general) dan tunggal. Ketunggalan hukum itu menjadi satu wajah utuh diantara dimensi sosial lain (misalkan terhadap ekonomi dan sosial). Persamaan “hanya” dihadapan hukum seakan memberikan sinyal di dalamnya bahwa secara sosial dan ekonomi orang boleh tidak mendapatkan persamaan.

Baca Juga..!!  Ketua DPD GRPPH-RI : PT WAP "Terancam Akan Disegel"

Tambah Dicky, Perbedaan perlakuan “persamaan” antara di dalam wilayah hukum, wilayah sosial dan wilayah ekonomi itulah yang menjadikan asas Persamaan dihadapan hukum tergerus ditengah dinamika sosial dan ekonomi.

Masih di katakan Dicky Ardi, asas persamaan dihadapan hukum merupakan asas dimana terdapatnya suatu kesetaraan dalam hukum pada setiap individu tanpa ada suatu pengecualian. Asas persamaan dihadapan hukum itu bisa dijadikan sebagai standar untuk mengafirmasi kelompok-kelompok marjinal atau kelompok minoritas. Namun disisi lain, karena ketimpangan sumberdaya (kekuasaan, modal dan informasi) asas tersebut sering didominasi oleh penguasa dan pemodal sebagai tameng untuk melindungi aset dan kekuasaannya.

UUD 1945 secara tegas telah memberikan jaminan bahwa “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya Pasal 27 ayat (1). Pasal ini memberikan makna bahwa setiap warga negara tanpa harus melihat apakah dia penduduk asli atau bukan, berasal dari golongan terdidik atau rakyat jelata yang buta huruf, golongan menengah ke atas atau kaum yang bergumul dengan kemiskinan harus dilayani sama di depan hukum. Kedudukan berarti menempatkan warga negara mendapatkan perlakuan yang sama dihadapan hukum. Sehingga dengan kedudukan yang setara, maka warga negara dalam berhadapan dengan hukum tidak ada yang berada diatas hukum.

Baca Juga..!!  Sidang Sengketa Gedung DPD Golkar Kota Bekasi, Andi Salim : SIDANG KE DUA DPD GOLKAR KOTA BEKASI "MANGKIR"

‘No man above the law’, artinya tidak keistimewaan yang diberikan oleh hukum pada subyek hukum, kalau ada subyek hukum yang memperoleh keistimewaan menempatkan subyek hukum tersebut berada diatas hukum.

Sementara yang dimaksudkan dengan kedudukan yang sama dalam hukum” sebagaimana disebutkan dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menurut Solly Lubis meliputi baik bidang hukum privat maupun hukum publik, dengan demikian setiap warga negara mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan dengan mempergunakan kedua kelompok hukum tersebut dan jika ditilik selanjutnya tampak bahwa “hukum” yang dimaksud sebagai alat, sudah mencakup segi-segi keperdataan dan kepidanaan, serta cabang-cabang hukum publik lainnya, tutur Dicky.

Seperti hukum tata negara, hukum tata pemerintahan, hukum acara pidana/perdata dan sebagainya. Ungkap nya
Dicky juga menambahkan, Tujuan utama adanya Equality before the law adalah menegakkan keadilan dimana persamaan kedudukan berarti hukum sebagai satu entitas tidak membedakan siapapun yang meminta keadilan kepadanya.

Diharapkan dengan adanya asas ini tidak terjadi suatu diskriminasi dalam supremasi hukum di Indonesia dimana ada suatu pembeda antara penguasa dengan rakyatnya. Dan sudah seharusnya Pengadilan bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk menegakan hukum seadil-adilnya, tutup Dicky.( Hisar )

Bagikan :

Baca Juga

Photo : H.Budi Kabid Perumahan Rakyat pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman & Pertanahan ( DISPERKIMTAN) Kab Bekasi

Bekasi

Perihal Dugaan Mark Up Anggaran Belanja Barang Rutilahu, Kabid Perkim Kab Bekasi Membantah Dugaan Mark Up

Bekasi

Imam, Tokoh Masyarakat Cibeurem Minta Bupati Bogor Dan Walikota Bekasi Jangan Tutupi Dugaan Pelanggaran Prokes
Kirim Surat Cinta, Kakek Dibekasi Cabuli Bocah Di Parkiran

Bekasi

Kirim Surat Cinta, Kakek Dibekasi Cabuli Bocah Di Parkiran
Photo"salah satu Warga saat mengambil Sampel Limbah PT.AMI

Bekasi

PT AMI Di Kecamatan Tambun Selatan Di Duga Cemarkan Lingkungan

Bekasi

Rencana Pemisahan Aset PDAM Tirta Bhagasasi, LAMI : Di Duga Beraroma KKN
Photo : Ketua Komisioner Intelektual Bekasi Bersatu (KIBB), Fransiskus Leonardo

Bekasi

Di Duga langgar Prokes, KIBB Minta Kemendagri Dan Kapolda Jabar Copot Cabut SK Ketua Satgas Covid-19 Kota Bekasi

Bekasi

Polemik Gedung DPD Golkar Kota Bekasi, WALIKOTA BEKASI DI MINTA PATUHI PUTUSAN HAKIM
Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Dua Pemandu Karaoke Di Tangkap

Bekasi

Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Dua Pemandu Karaoke Di Tangkap