Home / Jawa Barat / Sumedang

Selasa, 22 Desember 2020 - 08:47 WIB

Pembuatan AJB Hingga Puluhan Juta Rupiah, Kepala Desa Cikole Di Tahan Kejari Sumedang

Suara45 | Sumedang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang resmi menahan Kepala Desa Cikole Kecamatan Cimalaka, Suherman atas dugaan Pungutan Liar (Pungli) pengadaan lahan Gardu Induk PLN 150 KV, Kamis (17/12) lalu.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sumedang, M. Iqbal Firdaozi menyatakan, Modus Pungli yang dilakukan Kades Cikole adalah meminta para pemilik lahan yang akan dibebaskan untuk Gardu Induk PLN 150 KV yang terletak di Dusun Cibunut Desa Cikole tersebut, untuk membuat Akta Jual Beli (AJB) tanah tersebut.

“Jadi, Kades meminta para pemilik lahan yang berjumlah 15 orang itu membuat AJB, dengan diiming-imingi harga tanah yang akan dibebaskan nanti harganya akan melambung tinggi, Selain itu untuk pembuatan AJB itu, Kades menarifkan harga yang mahal. Padahal, untuk pembebasan lahan tersebut, pihak PLN tidak meminta persyaratan berupa AJB ke pemilik lahan,” kata Iqbal, Senin (21/12).

Baca Juga..!!  Timsus Polsek Jatinangor Berhasil Ringkus Pembobol Cafe dan Loundry

Sementara terkait harga lahan yang akan dibebaskan, terang Iqbal, pihak PLN sudah menunjukkan Tim Appraisal (penilai) harga tanah, yang hasilnya. Lahan yang akan dibebaskan tersebut akan dibayar diatas rata-rata harga pasaran.

“Jadi pembuatan AJB itu, hanya Modus dari Kades saja untuk mencari keuntungan semata. Dan dari AJB tersebut Kades menarip puluhan Juta dari satu orang pemilik lahan saja,” ucap nya.

Atas kasus yang menjerat Kades Cikole ini. Iqbal menuturkan, pihaknya tengah memeriksa 35 orang yang terdiri dari terdiri dari perangkat desa, PLN, Kecamatan, DPMD, pemilik lahan dan Tim penilai.

“Kami terus memeriksa para pihak terkait, hari ini saja ada dua orang sudah dilakukan pemeriksaan,” tutur Iqbal.

Baca Juga..!!  Ditusuk Di Bagian Dada, Tukang Ojeg Tewas Di Begal

Disinggung adanya kemungkinan tersangka lainnya atas kasus dugaan pungli yang dilakukan Kades Cikole tersebut. Iqbal menegaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak terkait.

“Kami masih melakukan pemeriksaan. Jika nantinya berdasarkan hasil keterangan dari para saksi ada aliran uang ke yang lain, tentu kita akan kaji kembali. Namun sejauh ini, tersangkanya baru satu orang yaitu Kepala Desa,” tegasnya.

Iqbal menambahkan, pihaknya juga masih mendalami kemungkinan adanya kerugian Negara dalam kasus tersebut.

“Kita lihat saja nanti, apakah aliran uangnya masuk ke Kas Desa atau tidak. Karena untuk pembuatan AJB itu ada pungutan yang resminya. Makanya kami akan kaji lagi, kemungkinan-kemungkinan itu,” pungkas nya.(Rudi)

Bagikan :

Baca Juga

Sudah Punya Pasangan, Pelaku Pameran Video Mesum di Sumedang di Tangkap Polisi

Sumedang

Sudah Punya Pasangan, Pelaku Pameran Video Mesum di Sumedang di Tangkap Polisi
Modus Games Online, Pemuda Di Bekasi Ajak Anak Dibawah Umur Untuk Video Call Seks

Bekasi

Modus Games Online, Pemuda Di Bekasi Ajak Anak Dibawah Umur Untuk Video Call Seks
Di Iming-imingi HP, Ayah Tiri Di Bandung Tega Cabuli Anak Perempuannya

Bandung

Di Iming-imingi HP, Ayah Tiri Di Bandung Tega Cabuli Anak Perempuannya

Bekasi

Pencanangan Vaksinasi Perdana Pemkab Bekasi Sebanyak 12000 Lusin
Maling HP, Dua Bandit Di Bandung Di Tangkap Polisi

Bandung

Maling HP, Dua Bandit Di Bandung Di Tangkap Polisi
Di Duga Gara-gara Proyek KCIC, Desa Mekarsari Di Terjang Banjir

Bandung

Di Duga Gara-gara Proyek KCIC, Desa Mekarsari Di Terjang Banjir
Tak Kuat Menahan Nafsu, Ujang Tega Cabuli Dua Anak Gadisnya

Berita

Tak Kuat Menahan Nafsu, Ujang Tega Cabuli Dua Anak Gadisnya
Polisi Tangkap Tiga Penganiaya Siswi SMK Di Bekasi

Bekasi

Polisi Tangkap Tiga Penganiaya Siswi SMK Di Bekasi