in , ,

Sering Diejek, Pengamen di Lebak Bunuh Sahabatnya

Sering Diejek, Pengamen di Lebak Bunuh Sahabatnya
Sering Diejek, Pengamen di Lebak Bunuh Sahabatnya

Suara45, Lebak – Pembunuh wanita bertato yang ditemukan warga setempat dalam kondisi mengambang di bawah sebuah jembatan sungai Ciujung, Cijoro, Kabupaten Lebak, Banten, pada rabu (10/4/2019) lalu ternyata temannya sendiri yang berinisial SS (16).

SS (16) ternyata warga Cibadak, Kabupaten Lebak yang kesehariannya berprofesi sama dengan korban yaitu sebagai pengamen.

Kepada petugas SS (16) mengakui perbuatannya itu dikarenakan sakit hati.

Dirinya (SS) sering dikatai oleh korban dengan kata-kata “Dasar Jablay Murahan”.

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto S.I.K, M.H. dalam acara press coneference di Mapolres Lebak, pada Jum’at 12/4/2019 mengatakan, walaupun terlihat seperti kecelakaan, tetapi berkat ketelitian penyidik kasus tersebut bisa diungkap.

“Terlihat seperti kecelakaan, tetapi berkat ketelitian penyidik bisa kami ungkap,”kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto S.I.K, M.H. dalam kegiatan press coneference di Mapolres Lebak, Jum’at (12/04/2019).

Dani mengatakan, berawal dari niat jahat sang pelaku (SS). Nia Ramadani (20) selaku korban dengan polosnya mengiayakan ajakan SS untuk mandi disungai Ciujung. Sebelum korban ditenggelamkan pelaku. Pelaku sudah berada di dalam air, sedangkan korban masih diatas sebuah rakit. Selanjutnya pelakupun berusaha untuk menenggelamkan korban dengan cara menarik korban dengan memggunakan kedua tangannya.

“Usai menarik korban diatas rakit dan menenggelamkan korban, pelaku kemudian naik ke atas rakit sambil memastikan korban tidak muncul ke permukaan. Setelah itu, pelaku berpura-pura panik dan meminta pertolongan kepada teman lainnya yang saat itu sedang bermain air dibawah jembatan”,terangnya.

Lanjut Dani, dari hasil keterangan penyidik, pelaku sebelumnya sudah mengetahui bahwa korban tidak bisa berenang. Kepada penyidik, pelaku mengaku merasa sakit hati karena korban sangat sering mengolok-oloknya dengan kata-kata yang tidak mengenakan hatinya.

Baca Juga..!!  Polisi Tangkap Tiga Penganiaya Siswi SMK Di Bekasi

“Pelaku merasa sakit hati karena sering disebut wanita murahan. Pelaku sebelumnya sudah merencakan, mencari sebuah cara untuk membunuh korban”,kata Dani Arianto.

Sementara itu KabidHumas Polda Banten mengatakan, ditubuh korban tidak terdapat tanda-tanda telah dilakukan kekerasan. Karena pembunuhan ini sebelumnya sudah direncanakan, pelaku dapat dijerat pasal berlapis, yakni 340 atau 338 atau 351 ayat (3) KUHPidana.

“Hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda atau luka yang diakibatkan dari kekerasan. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis, ancaman hukumannya maksimal seumur hidup”,ujar Edy.

Pelaku ditangkap hanya berselang beberapa jam saja seusai ditemukannya mayat korban (Nia Ramadani) di Sungai Ciujung.

Untuk diketahui, jenazah korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga di daerah Boyolali, Jawa Tengah. (Ade)

Komentar
Suara45

Written by Suara45

Polisi Selidiki Penemuan Seosok Mayat Perempuan di Sungai Ciujung Lebak

Polisi Selidiki Penemuan Seosok Mayat Perempuan di Sungai Ciujung Lebak

Haol Akbar Almarhum KH.M. Saefullah Taftazani Di Padati Ribuan Jamaah

Haol Akbar Almarhum KH.M. Saefullah Taftazani Di Padati Ribuan Jamaah