Home / Serang

Selasa, 5 Januari 2021 - 22:43 WIB

Sidang Kasus Kisruh Direksi dan Komisaris PT. Kahayan Karyacon, Kuasa Hukum Direksi Ajukan Eksepsi

SERANG, – Kuasa Hukum (Pengacara-red) salah satu Direksi PT. Kahayan Karyacon, Leo Handoko mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa, 05 Februari 2020.

“Kita mengajukan eksepsi karena dari dakwaan tersebut tadinya tidak ada di BAP, ternyata tadi didakwaan Jaksa itu ada tambahan Pasal, yaitu Pasal 378,” kata Angel, salah satu pengacara Leo Handoko kepada awak media usai sidang di PN Serang, Selasa, 05 Februari 2020.

Selain eksepsi, kata Angel, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli untuk pembuktian. Karena, lanjut Angel, ada bukti-bukti yang tidak disampaikan.

“Artinya, awalnya tidak disampaikan di Bareskrim Mabes Polri, akan kita sampaikan di sini. Untuk bukti-bukti kita sudah ada semua, tinggal kita menunggu satu minggu. Akan kita lakukan semua, dan kita bantah semua yang didakwakan oleh Jaksa, karena memang ada penambahan Pasal 378,” jelasnya.

Baca Juga..!!  Jalin Kemitraan Dan Sinergitas, Polres Serang Laksanakan Sambang Dialogis Bersama Para Tokoh

Angel menjelaskan, awalnya Leo Handoko dilaporkan oleh pihak Komisaris perusahaan ke Bareskrim Mabes Polri dengan dugaan pemalsuan, yakni mengangkat diri sendiri sebagai jajaran Direksi, tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan ditersangkakan dengan Pasal 263 dan Pasal 266 KUHP.

“Awalnya Pasal 266 dan 263. Ada penambahan, yakni Pasal 378 tentang penipuan. Kita baru mengetahui hari ini ada penambahan pasal dakwaan. Karena dakwaan baru dikasihkan hari ini. Ketika di BAP tidak ada pasal tersebut,” jelasnya.

Angel juga mengatakan, tadi ada salah penyebutan oleh Jaksa, yakni Leo Handoko disebut sebagai Direktur Utama.

“Padahal, Pak Leo itu sebagai Direktur ketiga, karena Direktur Utama Pak Chang Sie Fam,” pungkasnya.

Baca Juga..!!  Pilkada Kabupaten Serang, KPU Target Partisipasi Pemilih 80 Persen

Terkait kerugian Rp.32 milyar yang didakwakan, kata Angel, pihaknya tidak bisa memastikan, karena tidak ada RUPS.

“Karena memang tidak pernah terjadi RUPS tahunan di perusahaan tersebut. Kenapa mereka bisa menunjukkan Rp32 milyar. Itu dari mana. Itu yang kita mau cari bukti-buktinya,” kata dia.

Angel menambahkan, terkait Pasal dakwaan tambahan, itu langsung dari pihak Kejaksaan. Karena di BAP tidak ada Pasal 378. Hanya ada Pasal 266, 263.

“Kenapa itu bisa ada, saya juga tidak tau. Ada apa ini sebenarnya. Untuk membuktikan itu tidak benar, yaitu RUPS, karena tidak pernah dilakukan RUPS tahunan. Makanya mengapa mereka bisa bilang di situ Rp32 milyar kerugiannya, itu dari mana. Apalagi sampai diancam Pasal 378. Dari pengakuan Leo dkk, itu tidak pernah dilakukan RUPS,” tutupnya. (Heri opung)

Bagikan :

Baca Juga

Serang

Warga Terondol Temui Walikota,Ajukan Mahfud Jadi Lurah Definitif

Serang

Sebanyak 4865 KPM Kota Serang Dan 68.638 KPM Kabupaten Serang Terima Bantuan Sosial Tunai

Serang

Terkait Kecelakaan Kerja Di Proyek Jalan Tol Serang – Panimbang, Disnakertrans Harus Lakukan Penyelidikan

Serang

Aparat Desa Kecamatan Kramatwatu Sahroni : Perlunya memotivasi Pemuda agar lebih kreatif dan produktif
Polda Banten Gelar Itikaf Bersama Personel di Masjid Baitturahman

Berita

Polda Banten Gelar Itikaf Bersama Personel di Masjid Baitturahman

Banten

Desa Cakung Kecamatan Binuang Ciptakan Kampung Bersih
Beri Rasa Aman, Ditsamapta Polda Banten Rutin Patroli R4

Berita

Beri Rasa Aman, Ditsamapta Polda Banten Rutin Patroli R4

Serang

Bupati Serang Sebut Bantuan Perahu dan Mesin Tingkatkan Taraf Ekonomi Nelayan